Berbahasa, Belajar, dan Bermain Bersama
Oleh Dewi Permata Ayu (7101414343)
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi
Negara Kesatuan Republik Indonesia (UUD 1945 Pasal 36) dan bahasa persatuan
bangsa Indonesia (Butir ketiga Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928). Bahasa
Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia,
tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi.
Bahasa Indonesia merupakan salah satu
ragam bahasa Melayu (Kridalaksana 1991). Bahasa Indonesia yang dipakai saat ini
didasarkan pada bahasa Melayu Riau (sekarang Provinsi Kepulauan Riau) yang
telah menjadi lingua franca sejak abad ke-19. Dalam perkembangannya ia
mengalami perubahan akibat penggunaannya sebagai bahasa kerja di lingkungan
administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20
(Doyin dan Wagiran 2012:1).
Permainan tradisional Indonesia di
berbagai daerah. Setiap daerah memiliki permainan tradisional sendiri-sendiri
yang memiliki ciri khas. Misalnya di Sunda ada gobah, di Jawa Tengah ada
congklak, dan lain sebagainya. Permainan tradisional daerah ini perlu
dilestarikan karena berkaitan juga dengan budaya Indonesia.
Permainan tradisional memiliki nilai
positif yang banyak. Dalam memainkannya seorang akan dilatih dalam berfikir dan
bekerjasama dengan orang lain misalnya permainan lompat tali. Permainan lain
yang memberikan pendidikan yaitu congklak. Ketika anak bermain congklak,
anak belajar untuk bersikap sportif, bermain secara jujur, menghargai pemain
lain, menerima kemenangan dengan sikap wajar, dan menerima kekalahan secara
terbuka.
Bahasa Indonesia dipahami dan dituturkan
oleh sebagian besar warga Indonesia. Karena bahasa Indonesia merupakan bahasa
resmi dan bahasa persatuan maka lebih dari 90% warga Indonesia menggunakannya
dalam komunikasi sehari-hari. Meskipun banyak yang menggunakan bahasa
Indonesia, namun dalam penuturannya belum semuanya baik dan benar.
Belajar bahasa Indonesia melalui
permainan. Permainan adalah sesuatu yang membuat orang senang. Apabila orang
senang, maka dengan mudah dapat mengerjakan sesuatu. Melalui permainan juga, pembelajaran
bahasa Indonesia yang baik dan benar dapat dilakukan dengan menyenangkan.
Permainan tradisional mulai dilupakan.
Walaupun permainan tradisional memiliki banyak nilai positif namun sudah banyak
anak yang mulai meninggalkannya karena gawai yang mereka miliki. Melalui
permainan tradisional ini pembelajaran bahasa Indonesia dilakukan. Selain untuk
pembelajaran penuturan bahasa Indonesia yang baik dan benar, metode ini juga dapat
dijadikan cara melestarikan permainan tradisional yang mulai kurang diminati.
Muncul sebuah pertanyaan, mengajarkan
bahasa Indonesia melalui permainan tradisional yang seperti apa. Pembelajaran
yang tepat menggunakan permainan yang bagaimana.
Pembelajaran menggunakan permainan dapat
dilakukan di dalam dan di luar kegiatan sekolah. Di dalam kelas dapat dijadikan metode oleh
pendidik sehingga pendidikan yang dilakukan dapat lebih menyenangkan. Metode
ini dapat membuat siswa lebih tertarik, mengerti, dan memahami pembelajaran
bahasa Indonesia melalui permainan. Misalnya permainan tebak kata, ular tangga,
sambung kata, dan sebagainya. Di luar kelas, orang tua dapat memberikan mainan
kepada anak-anaknya. Melalui permainan yang ditambahi dengan pembelajaran
bahasa Indonesia yang baik.
Permainan yang dilakukan dalam
pembelajaran. Ular tangga dan monopoli, di dalam permainan tersebut dapat
beberapa hal yang diganti namun tetap menjaga permainan yang sebenarnya. Kota
yang ada dalam permainan monopoli dapat diganti dengan nama kota di Indonesia
dengan provinsinya. Selanjutnya kartu yang ada dalam permainan berisi
pengetahuan tentang bahasa Indonesia. Misalnya antonim, sinonim, membuat
kalimat, membenarkan kata, ejaan, dan sebagainya. Untuk permainan ular tangga
di saat terkena ekor, pemain harus turun dan mengambil kartu hukuman serta di
saat mendapat tangga, kemudian pemain harus mengambil kartu hadiah. Kartu
hukuman dan kartu hadiah ini berisi materi yang berkaitan dengan pembelajaran
bahasa Indonesia.
Permainan lain untuk pembelajaran yaitu
buka tutup. Peralatan yang dibutuhkan adalah kertas yang dibuat seperti bunga
yang dapat ditutup buka dan kartu tanya. Biasanya tulisan yang ada dalam kertas
adalah angka dan nama barang yang akan didapatkan. Nama barang tersebut dapat
diganti dengan materi yang ada dalam mata pelajaran bahasa Indonesia.
Metode ini mudah diterapkan oleh berbagai
pihak. Pendidik dan orang tua dapat mengenalkan permainan ini kepada
anak-anaknya. Selain itu, permainan akan membuat anak senang dalam bermain.
Pelaksanaannya dapat dilakukan di dalam kelas saat pembelajaran bagi pendidik.
Bagi orang tua, dapat dilakukan saat bersama anak, mengajarkan anak, dan mengakrabkan
diri dengan anak.
Pembelajaran bahasa Indonesia menggunakan
permainan akan lebih menyenangkan. Saat senang, siswa akan dapat belajar dengan
baik. Permainan tersebut mengandung materi-materi yang ada dalam pelajaran
bahasa Indonesia. Pendidik dan orang tua dapat menerapkan metode ini untuk
anak-anaknya.
Daftar Pustaka :
Doyin, Mukh. dan Wagiran. 2012. Bahasa
Indonesia Pengantar Penulisan Karya Ilmiah. Semarang : Pusat Pengembangan
MKU/MKDK-LP3 Universitas Negeri Semarang.
Liputan6. 2005. “Festival Permainan Anak-Anak
Tradisional Sunda”. http://news.liputan6.com/read/108136/festival-permainan-anak-anak-tradisional-sunda. Diakses tanggal 18 Desember 2015.
Liputan6. 2005. “Meski Banyak Nilai Positif,
Permainan Tradisional Kurang Diminati”. http://health.liputan6.com/read/2307281/meski-banyak-nilai-positif-permainan-tradisional-kurang-diminati. Diakses tanggal 18 Desember 2015.
Liputan6. 2015. “Keren, Belajar Bahasa
Indonesia Melalui Wayang”. http://global.liputan6.com/read/2347539/keren-belajar-bahasa-indonesia-melalui-wayang. Diakses tanggal 18 Desember 2015.
Prawira, Aditya Eka. 2013. “Manfaatkan Masa Bermain Anak, 0-5 Tahun, untuk Mendidik”. http://health.liputan6.com/read/612819/manfaatkan-masa-bermain-anak-0-5-tahun-untuk-mendidik. Diakses tanggal 18 Desember 2015.
Ini adalah gambar permainan buka tutup yang saya bahas dalam esai.
Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak usia Sekolah Dasar. Ada tambahan
kartu tanya sebagai pembelajaran materi yang ada dalam Bahasa Indonesia.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar